Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
- Pasal 33 Ayat 1 UUD 1945 -

2/10/2009

MENJADI INTERPERSONAL YANG BAIK

Interpersonal yang baik merupakan kunci mencapai sukses dalam bisnis yang berorentasi pada pelanggan,pelaku bisnis yang efektif adalah seorang komunikator yang baik,bagaimana melakukannya?berikut ini ada beberapa dasar kebiasaan yang dimiliki orang ber interpersonal yang baik:

# MENAMPILKA DIRINYA YANG TERBAIK KEPADA PUBLIK

suasana hati bisa berubah tetapi konsumen kita tidak peduli akan hal itu,usahakan bersikap positif ,antusias pada saat bertemu dengan mereka.

#MENJAWAP TELEPON DENGAN BAIK

#MENGINGAT NAMA DAN MENGENALI KEHIDUPAN PRIBADINYA
bangun suatu ikatan emosional dengan tujuan menambah semangat kerjasama dengan cara lebih mengenal kehidupan pribadi seperti,hobi,makanan kegemaran,dll,sebisanya meluangkan waktu untuk mengingat nama konsumen kita.

#BERSIKAP EMPATI TERHADAP ORANG LAIN
sering kali kita berada di pihak yang benar dan orang lain berada pada pihak yang salah,sebagian orang senang akan menyalahkan orang di pihak yang salah dan membuatnya tampak bodoh, tidak berbuat semaunya saat kita di posisi yang benar dan usahakan tidak membuat orang tampak bodoh dan serba salah dengan kesalahannya.

#DENGARKAN DENGAN CERMAT SEBELUM BERBICARA
ciri-ciri kita tidak mendengarkan apa yang di ungkapkan lawan bicara kita adalah kita tidak sabar ingin mengeluarkan apa yang ada di dalam pikiran kita,menyela setiap pembicaraan.mend engarkan berarti menghormati dan mempertimbangkan pendapat mereka.

#MANFAATKAN KONTAK MATA SAAT BERBICARA

#JANGAN TAKUT MENGAKUI KESALAHAN
akuilah kesalahan terlebih dahulu sebelum konsumen mengetahuinya dan berjanjilah akan memperbaikinya,maka kita akan mendapatkan sebuah kredibilitas yang sangat tinggi .

http://java-inspiration.blogspot.com/2009/01/menjadi-interpersonal-yang-baik.html

0 comments

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI

Kemampuan komunikasi yang rendah merupakan halangan untuk bekerja dan bersosialisai secara efektif dengan orang lain,berikut adalah beberapa langkah yang biasa dipakai para ahli komunikasi supaya kita dapat dengan mudah dipahami lawan bicara dan tidak ada yang frustasi dalam proses komunikasi:

# DENGARKAN DAN PASTIKAN ANDA MENGERTI
kemampuan mendengar membutuhkan perhatian penuh,usahakan menghentikan aktifitas sejenak di saat kita diajak berbicara.

#BUKTIKAN KITA MENGERTI DAN BERIKAN UMPAN BALIK
disaat lawan bicara membuat pernyataan,sebaiknya kita ulangi lagi pernyataan lawan bicara kita dengan menggunakan kalimat dan presepsi kita sendiri dan tanyakan apa yang mereka maksud dengan apa yang kita maksud juga,dan lanjutkan sampai ada titik temu yang tidak merugikan.

#JANGAN MEREMEHKANLAWAN BICARA
hindari menggunakan istilah yang jarang orang mengerti,meskipun tingkat pendidikan dan statu s jauh dibawah kita,gunakan bahasa sederhana yang bisa membuat mereka mudah mengerti.

#MEMASTIKAN LAWAN BICARA MENGERTI DENGAN YANG KITA BICARAKAN
dengan memastikan bahwa mereka mengerti apa yang kita bicarakan sama halnya kita memperhatikan dan menghormati mereka.

#JANGAN BERASUMSI
hindari sikap asumsi tanpa dasar saat berbicara,karena bisa menyebabkan kebingungan yang akan menimbulkan kesan keraguan kepada kita.

http://java-inspiration.blogspot.com/2009/01/meningkatkan-kemampuan-komunikasi.html

0 comments

2/09/2009

Rahasia Syari’at Islam Di Balik Larangan Ikhtilath

Ikhtilath artinya bercampur baur. Yang dimaksud disini adalah bercampur baur antara dua jenis kelamin; laki-laki dan perempuan yang bukan mahram di satu tempat tanpa mengindahkan adab-adab syar’i.
Dalam dunia pendidikan sekuler di negeri kita saat ini, hal itu sudah merupakan pemandangan yang lazim. Dalam satu kelas terdapat murid laki-laki dan perempuan. Justru yang dirasakan aneh adalah apabila antara kedua jenis kelamin itu terpisah dalam ruang belajar masing-masing. Sistem pemisahan ini jarang ada, kecuali di lembaga-lembaga pendidikan yang menerapkan sistem pendidikan Islami.
Padahal, syariat kita melarang terjadinya Ikhtilath tersebut. Banyak sekali dalil yang mengindikasikan hal itu. Bila dalil-dalil itu sudah jelas, valid dan dapat dipertanggungjawabkan, maka sikap seorang Muslim yang pertama-tama hanyalah Sama’an wa Tha’atan (menerima dengan ketundukkan), terlepas apakah dibalik itu ada rahasia (hikmah) ataukah tidak.
Sekalipun begitu, tetap saja muncul keingintahuan untuk bertanya; Adakah rahasia di balik larangan syariat itu, khususnya dalam dunia pendidikan? Dengan kata lain, adakah pengaruh pemisahan antara kedua jenis kelamin ini terhadap prestasi belajar siswa? Bila ada, dapatkan dibuktikan secara ilmiah? Pertanyaan-pertanyaan ini akan dijawab dalam buletin ini.

Dalil-Dalil Syariat Tentang Larangan Ikhtilath
Allah SWT Yang Maha Bijaksana telah menetapkan hubungan antara kedua jenis kelamin tersebut, atau antara siswa dan siswi dalam pengajaran demi merealisasikan tujuan pengajaran dan menghindari berbagai problem dan dampak-dampak negatif dari Ikhtilath tersebut.
Berikut beberapa dari teks-teks Al-Qur’an dan hadits nabawi yang dari sisi makna mengindikasikan pengharaman atau pelarangan terhadap sebab-sebab Ikhtilath:
1. Hijab Perempuan.
Allah SWT berfirman, “Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (Al-Ahzab;53) Ayat ini menunjukkan bahwa menurut hukum asal, wanita harus menutup dirinya dari pandangan laki-laki dan tidak melakukan Ikhtilath di lembaga-lembaga pendidikan.
2. Perintah menundukkan pandangan.
Allah SWT memerintahkan kaum laki-laki agar menundukkan pandangan, demikian juga kaum perempuan. “Dan katakanlah kepada laki-laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereke. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada perempuan yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka...” (An-Nur:30-31)
Hadits yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah RA, ia berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang pandangan tak sengaja, lantas beliau memerintahkan agar menundukkan pandangan.” (HR. Muslim).
Hadits yang diriwayatkan dari Ali RA bahwa Nabi SAW berkata kepadanya, “Hai Ali, jangan kamu teruskan pandanganmu dengan pandangan yang lain, sebab pandangan yang pertama itu adalah milikmu (tidak apa-apa), sedangkan yang lainnya itu bukanlah untukmu (tidak dibolehkan).” (HR. Al-Hakim, dihasankan oleh Al-Bani). Dan Hadits-hadits yang semakna dengan itu banyak sekali.
3. Larangan duduk-duduk di jalan-jalan.
Syariat Islam tidak memberikan dispensasi untuk duduk-duduk di jalan-jalan kecuali dengan memberikan hak orang yang berjalan, salah satunya menundukkan pandangan, sebagaimana terdapat dalam hadits Abu Sa’id Al-Khudri RA. Didalamnya disebukan bahwa Nabi SAW bersabda, “Hindarilah duduk-duduk di jalan-jalan.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah, bukankah tidak ada salahnya kami berbincang-bincang di tempat-tempat duduk kami?” Beliau menjawab, “Bila memang tidak dapat menghindarkan tempat duduk tersebut, maka berilah jalan tersebut haknya.” Mereka bertanya, “Apa gerangan hak jalan itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Menundukkan pandangan, tidak mengganggu, membalas salam, Amar Ma’ruf Nahi Munkar;” (HR. Al-Bukhari)
4. Larangan berkhalwat dengan perempuan asing (bukan mahram)
Dari Ibnu ‘Abbas RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kamu berkhalwat (menyendiri) dengan seorang perempuan kecuali bersama mahramnya.” (HR. Al-bukhari dan Muslim) dan dari Jabir secara Marfu’, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah ia menyendiri dengan seorang perempuan yang tidak disertai dengan mahramnya, sebab yang ketiganya adalah syetan.” (HR. Ahmad, dishahihkan oleh Al-Bani)
5. Diharamkan menyentuh perempuan asing (bukan mahram)
Dari Ma’qil bin Yasar RA, bahwa Nabi SAW bersabda, “Sungguh, dilukainya kepala sarah seorang diantara kamu dengan jarum besi adalah lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabrani, dishahihkan oleh Al-bani)

Bukti Ilmiah,
Sejumlah kajian dan penelitian kemanusiaan yang dilakukan berbagai peneliti di Eropa dan Amerika Serikat membuktikan bahwa kecerdasan akal siswa atau siswi terpengaruh secara negatif di ruang belajar yang dicampur (baca; Ikhtilath). Sebagian penelitian itu menunjukkan, para pemudi memberikan hasil belajar lebih baik pada program-program dilingkungan khusus perempuan (terpisah dari laki-laki).
Dalam penelitian yang dilakukan majalah News Week, Amerika, sebagian statsistik menguatkan bahwa ketika para siswa belajar secara terpisah, jauh dari lawan jenisnya, maka prestasi ilmiahnya dapat terealisasi. Sedangkan pada sistem pengajaran yang bercampur, para siswi gagal meraih prestasi dibidang matematika, sains, kimia, fisika, teknologi dan komputer. Manajemen pengajaran distrik Newham, Amerika menguatkan fakta-fakta ini dalam sebuah kajian analisis.
Sebuah lembaga Amerika, pendukung sistem pengajaran non Ikhtilath telah mengetengahkan penelitian yang diadakan di Universitas Michigan, Amerika. Di beberapa sekolah swasta Katholik, yang menerapkan menerapkan sistem pengajaran Ikhtilath dan Non Ikhtilath menyimpulkan, para siswa di sekolah-sekolah Non Ikhtilath unggul dalam kemampuan menulis dan bahasa.
Setelah mengadakan sejumlah penelitian, Peter Jones, kepala penelitian edukatif menguatkan bahwa para siswi unggul atas para siswa di tingkat SD Non Ikhtilath dalah kebanyakan cabang ilmu. Lebih mampu menulis secara baik dan meraih hasil akhir yang lebih. Sementara prestasi di bidang yang sama menurun di kelas-kelas berikhtilath dimana para siswi gagal membuktikan kematanganya secara dini dan merealisasikan kewanitaanya di hadapan lawan jenisnya.
Michel Vize, peneliti di pusat penelitian ilmiah nasional dan mantan penasehat menteri pemuda dan olah raga di Prancis menegaskan, anak-anak yang sudah memasuki usia pancaroba di kelas-kelas Non Ikhtilath kesulitan dalam membaca teks. Hal itu dihasilkan melalui analisis yang dilakukan Organisasi Perdagangan dan Pembangungan Ekonomi tahun 2000 dalam rangka mendukung sistem pengajaran Non ikhtilath, ia mengatakan, “Sesungguhnya memisahkan antara laki-laki dan perempuan dalam pengajaran memerikan kesempatan lebih besar kepada para pelajar untuk mengembangkan potensi dirinya. Oleh karena itu, kami menuntut diterapkannya sistem non ikhtilath demi menghasilkan hasil belajar yang lebih baik.
Carlos Schuster, peneliti perempuan yang juga ahli di bidang pendidikan Jerman, menyebutkan, disatukannya sesama jenis di sekolah-sekolah; laki-laki di sekolah khusus laki-laki dan perempuan di sekolah khusus perempuan menyebabkan meningkatnya spirit bersaing di antara para murid, sedangkan Ikhtilath meniadakan motivasi tersebut.
Demikian sedikit uraian mengenai rahasia syariat di balik larangan ikhtilath. Tampak sekali keunggulan syariat Islam dalam meletakkan pendidikan yang berkualitas. Maha Suci Allah SWT Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui. (SUMBER: Al Fashl Baina al-Jinsain Fi asy-Syariah al-Islamiyah, Majallatu al-Bayan, Tahun ke-22, Vol. 240, Agustus 2007)

(Bulletin Dakwah An-Nur Th. XIV No. 665/Jum’at I/Sya’ban 1429 H/8 Agustus 2008 M)

0 comments


Last Post


Leave a Comment


Free shoutbox @ ShoutMix

Link Exchange






Muhammad Idrus's Facebook Profile

Archives


Links


WSS-ID |